Senin, 07 Desember 2015

ما هي الايام الفعاليّة الاختيارية

ما هي الايام الفعاليّة الاختيارية؟
 الايام الفعاليّة الاختيارية هو مصطلح في مجال التعليم. وأما الغرض بالايام الاختيارية هي الايام التي تكون المدارس تستقل في ملئها بما أمكنت من النشاطات التعليمية. بمعنى أنه يمكن للمدارس ملء مع عملية التعلم أو النشاط الأخرى التي هي ذات الصلة بالتعليم.

في غضون سنة واحدة من عمليات التعليم والتعلم التي هي هناك في الأسبوع الاختيارية يوم الفعالة. يوما تعليمية فعالة في الأكاذيب الاختيارية في حيث هناك هو شهر الصيام.

على سبيل المثال في السنوات التقويمية التعليم 2012-2013، كانت اختيارية فعال في شهري أغسطس وسبتمبر.

ولذلك، هناك مدارس التي ترفض عملية التعلم لمدة شهر كامل خلال شهر رمضان. والسبب هو أنه خلال شهر الصوم، لا يطلب من عملية التعلم. وفعالة فحسب، بل اختياري.

Selasa, 28 Mei 2013

Percaya pada Pantangan



Masih umum kita temukan di lingkungan masyarakat awam adanya kepercayaan yang tidak sejalan dengan syariah. Terutama kepercayaan memantang (meninggalkan) sesuatu perkara dengan alasan kalau-kalau apa yang dilakukan itu mendatangkan mudharat pada dirinya ataupun keluarganya.
Misalkan saja kepercayaan yang masih mengakar adalah pantangan menyembelih bagi seorang suami yang istrinya dalam keadaan hamil. Takut jikalau si jabang bayi yang ada dalam kandungan ibunya akan menuruti sifat hewan yang disembelih bapaknya. Demikian juga dengan kepercayaan terhadap pantangan yang lain.
Hal ini perlu diluruskan, bahwasanya Allah swt telah menentukan nasib seseorang di zaman azali yang dikenal dalam bahasa ilmu tauhid dengan istilah taqdir. Yang mana taqdir ini tidak dapat dirubah oleh siapapun dan apapun. Dalam sebuah hadits disebutkan:
فرغ الله من أربع من الخلق والأجل والرزق والخلق
Allah telah usai menetapkan empat perkara, kejadian, ajal, rizqi dan perangai.
Demikianlah jikalau ingin menyembelih hewan ketika istri hamil, sembelihlah secara syariah dengan membaca bismillah. Insyaallah si jabang bayi akan menurui karakter bapak ibunya bukan karakter hewan sembelihan. (ulil H)

Senin, 03 Desember 2012

ETIKA KEHIDUPAN MUSLIM


Etika Tidur dan Bangun



1.    Berintrospeksi diri (muhasabah) sesaat sebelum tidur. Sangat dianjurkan sekali bagi setiap muslim bermuhasabah (berintrospeksi diri) sesaat sebelum tidur, mengevaluasi segala perbuatan yang telah ia lakukan di siang hari. Lalu jika ia dapatkan perbuatannya baik maka hendaknya memuji kepada Allah Subhanahu wata'ala dan jika sebaliknya maka hendaknya segera memohon ampunan-Nya, kembali dan bertobat kepada-Nya.
2.    Tidur dini, berdasarkan hadits yang bersumber dari `Aisyah Radhiallahu'anha "Bahwasanya Rasulullah Shallallahu'alaihi wasallam tidur pada awal malam dan bangun pada pengujung malam, lalu beliau melakukan shalat".(Muttafaq `alaih)
3.    Disunnatkan berwudhu' sebelum tidur, dan berbaring miring sebelah kanan. Al- Bara' bin `Azib Radhiallahu'anhu menuturkan : Rasulullah Shallallahu'alaihi wasallam bersabda: "Apabila kamu akan tidur, maka berwudlu'lah sebagaimana wudlu' untuk shalat, kemudian berbaringlah dengan miring ke sebelah kanan..." Dan tidak mengapa berbalik kesebelah kiri nantinya.
4.    Disunnatkan pula mengibaskan sperei tiga kali sebelum berbaring, berdasarkan hadits Abu Hurairah Radhiallahu'anhu bahwasanya Rasulullah Shallallahu'alaihi wasallam bersabda: "Apabila seorang dari kamu akan tidur pada tempat tidurnya, maka hendaklah mengirapkan kainnya pada tempat tidurnya itu terlebih dahulu, karena ia tidak tahu apa yang ada di atasnya..." Di dalam satu riwayat dikatakan: "tiga kali". (Muttafaq `alaih). 
5.    Makruh tidur tengkurap. Abu Dzar Radhiallahu'anhu menuturkan :"Nabi Shallallahu'alaihi wasallam pernah lewat melintasi aku, dikala itu aku sedang berbaring tengkurap. Maka Nabi Shallallahu'alaihi wasallam membangunkanku dengan kakinya sambil bersabda :"Wahai Junaidab (panggilan Abu Dzar), sesungguhnya berbaring seperti ini (tengkurap) adalah cara berbaringnya penghuni neraka". (H.R. Ibnu Majah dan dinilai shahih oleh Al-Albani).
6.    Makruh tidur di atas dak terbuka, karena di dalam hadits yang bersumber dari `Ali bin Syaiban disebutkan bahwasanya Nabi Shallallahu'alaihi wasallam telah bersabda: "Barangsiapa yang tidur malam di atas atap rumah yang tidak ada penutupnya, maka hilanglah jaminan darinya". (HR. Al-Bukhari di dalam al-Adab al-Mufrad, dan dinilai shahih oleh Al-Albani).
7.    Menutup pintu, jendela dan memadamkan api dan lampu sebelum tidur. Dari Jabir ra diriwayatkan bahwa sesungguhnya Rasulullah Shallallahu'alaihi wasallam telah bersabda: "Padamkanlah lampu di malam hari apa bila kamu akan tidur, tutuplah pintu, tutuplah rapat-rapat bejana-bejana dan tutuplah makanan dan minuman". (Muttafaq'alaih).
8.    Membaca ayat Kursi, dua ayat terakhir dari Surah Al-Baqarah, Surah Al-Ikhlas dan Al-Mu`awwidzatain (Al-Falaq dan An-Nas), karena banyak hadits-hadits shahih yang menganjurkan hal tersebut.
9.    Membaca do`a-do`a dan dzikir yang keterangannya shahih dari Rasulullah Shallallahu'alaihi wasallam, seperti : Allaahumma qinii yauma tab'atsu 'ibaadaka. "Ya Allah, peliharalah aku dari adzab-Mu pada hari Engkau membangkitkan kembali segenap hamba-hamba-Mu". Dibaca tiga kali.(HR. Abu Dawud dan di hasankan oleh Al Albani)
10.    Dan membaca: Bismika Allahumma Amuutu Wa ahya. "Dengan menyebut nama- Mu ya Allah, aku mati dan aku hidup." (HR. Al Bukhari)
11.    Apabila di saat tidur merasa kaget atau gelisah atau merasa ketakutan, maka disunnatkan (dianjurkan) berdo`a dengan do`a berikut ini : "A'uudzu bikalimaatillaahit taammati min ghadhabihi Wa syarri 'ibaadihi, wa min hamazaatisy syayaathiini wa an yahdhuruuna." Artinya, "Aku berlindung dengan Kalimatullah yang sempurna dari murka-Nya, kejahatan hamba-hamba-Nya, dari gangguan syetan dan kehadiran mereka kepadaku". (HR. Abu Dawud dan dihasankan oleh Al Albani)
12.    Hendaknya apabila bangun tidur membaca : "Alhamdu Lillahilladzii Ahyaanaa ba'da maa Amaatanaa wa ilaihinnusyuur" Artinya, "Segala puji bagi Allah yang telah menghidupkan kami setelah kami dimatikan-Nya, dan kepada-Nya lah kami dikembalikan." (HR. Al-Bukhari)
 

Minggu, 27 Mei 2012

SK,KD Bahasa Arab MA Keagamaan


1. BAHASA ARAB

a. Kelas XI, Semester 1

STANDAR KOMPETENSI KOMPETENSI DASAR
1. Menyimak
Memahami informasi lisan berbentuk paparan atau dialog tentang المدرسة، المسجد، المسلم، العمل  
 
1.1 Mengidentifikasi bunyi, ujaran (kata, frasa atau kalimat ) dalam suatu konteks dengan tepat
1.2 Menangkap makna dan gagasan atau ide dari berbagai bentuk wacana lisan secara  tepat

2. Berbicara 
Mengungkapkan informasi secara lisan berbentuk paparan atau dialog tentang
 المدرسة، المسجد، المسلم، العمل  
 
2.1 Menyampaikan gagasan atau pendapat secara lisan dengan lafal yang tepat
2.2 Melakukan dialog  sesuai konteks dengan tepat dan lancar

3. Membaca
Memahami wacana tulis berbentuk paparan atau dialog tentang المدرسة، المسجد، المسلم، العمل  
 
3.1 Melafalkan dan membaca nyaring kata, kalimat dan wacana tulis dengan benar
3.2 Mengidentifikasi bentuk dan tema wacana secara tepat
3.3 Menemukan makna dan gagasan atau ide wacana tulis secara tepat

4. Menulis
Mengungkapkan informasi secara tertulis berbentuk paparan atau dialog tentang
 المدرسة، المسجد، المسلم، العمل  
 
4.1 Menulis kata, frasa,dan kalimat  dengan huruf, ejaan dan tanda baca yang tepat
4.2 Mengungkapkan gagasan atau pendapat secara tertulis dalam kalimat dengan menggunakan kata, frasa, dan struktur yang benar

Keterangan
 Tema-tema tersebut di atas menggunakan struktur kalimat
الجملة الاسمية والجملة الفعلية، حروف النواصب (إن-أن-لكن-لا النافية للجنس)، المزيد بحرف ومزيد بحرفين وبثلاثة أحرف، المصدر الصريح والمصدر المؤول، الأفعال الخمسة، نعت لأجزاء الجملة والإضافة، المفعول به المقدم



b. Kelas XI, Semester 2

STANDAR KOMPETENSI KOMPETENSI DASAR
1. Mendengar 
Memahami informasi lisan berbentuk paparan
atau dialog  
الحياة الدينية، الأخلاق الكريمة، القرآن الكريم
1.1 Mengidentifikasi bunyi, ujaran (kata, frasa atau kalimat ) dalam suatu konteks dengan tepat
1.2 Menangkap makna dan gagasan atau ide dari berbagai bentuk wacana lisan secara  tepat

2. Berbicara 
Mengungkapkan informasi secara lisan berbentuk paparan atau dialog
الحياة الدينية، الأخلاق الكريمة، القرآن الكريم
2.1 Menyampaikan gagasan atau pendapat secara lisan dengan lafal yang tepat
2.2 Melakukan dialog  sesuai konteks dengan tepat dan lancar

3. Membaca 
Memahami wacana tulis berbentuk paparan atau dialog tentang
الحياة الدينية، الأخلاق الكريمة، القرآن الكريم  
3.1 Melafalkan dan membaca nyaring kata, kalimat dan wacana tulis dengan benar
3.2 Mengidentifikasi bentuk dan tema wacana secara tepat
3.3 Menemukan makna dan gagasan atau ide wacana tulis secara tepat
4. Menulis 
Mengungkapkan informasi secara tertulis berbentuk paparan atau dialog tentang 
الحياة الدينية، الأخلاق الكريمة، القرآن الكريم
  
4.1 Menulis kata, frasa,dan kalimat  dengan huruf, ejaan dan tanda baca yang tepat
4.2 Mengungkapkan gagasan atau pendapat secara tertulis dalam kalimat dengan menggunakan kata, frasa, dan struktur yang benar
Keterangan
Tema-tema tersebut di atas menggunakan struktur kalimat
النعت من الأسماء الموصولة والمنسوب إليها، الحال، المستثنى بإلاّ، لام التعليل ولام الجحود وحتى، بعض أدوات الشرط الجازمة وغير الجازمة



c. Kelas XII, Semester 1

STANDAR KOMPETENSI KOMPETENSI DASAR
1. Menyimak
Memahami informasi lisan berbentuk paparan atau dialog
التنَزه عمليات التعليم، التجارة، العلوم والمعارف،

1.2 Mengidentifikasi bunyi, ujaran (kata, frasa atau kalimat) dalam suatu konteks dengan tepat
1.3 Menangkap makna dan gagasan atau ide dari berbagai bentuk wacana lisan secara tepat
2. Berbicara
Mengungkapkan informasi secara lisan berbentuk paparan atau dialog
 عمليات التعليم، التجارة، العلوم والمعارف، التنَزه 

2.1 Menyampaikan gagasan atau pendapat secara lisan dengan lafal yang tepat
2.2 Melakukan dialog sesuai konteks dengan tepat dan lancar
3. Membaca
Memahami wacana tulis berbentuk paparan atau dialog tentang
عمليات التعليم، التجارة، العلوم والمعارف، التنَزه  

3.1 Mengidentifikasi bentuk dan tema wacana secara tepat
3.2 Menemukan makna dan gagasan atau ide wacana tulis secara tepat
4. Menulis
Mengungkapkan informasi secara tertulis berbentuk paparan atau dialog tentang
عمليات التعليم، التجارة، العلوم والمعارف، التنَزه  
4.1 Menulis kata, frasa,dan kalimat  dengan huruf, ejaan dan tanda baca yang tepat
4.2 Mengungkapkan gagasan atau pendapat secara tertulis dalam kalimat dengan menggunakan kata, frasa, dan struktur yang benar

Keterangan
Tema-tema tersebut di atas menggunakan struktur kalimat
الجملة الفعلية بعد النكرات وبعد المعارف، اسم التفضيل وسائر أسماء الصفات، اتصال ضمائر الرفع بالفعل المعتلّ، الأسماء الخمسة، المفعول المطلق والمفعول لأجله، المبنى والمعرب من الأسماء والأفعال المضارعة



d. Kelas XII, Semester 2

STANDAR KOMPETENSI KOMPETENSI DASAR
1. Menyimak
Memahami informasi lisan berbentuk paparan atau dialog tentang
 العالم العربي، أهمية اللغة العربية، اللغة العربية والمجتمع  
 
1.1 Mengidentifikasi bunyi, ujaran (kata, frasa atau kalimat ) dalam suatu konteks dengan tepat
1.2 Menangkap makna dan gagasan atau ide dari berbagai bentuk wacana lisan secara  tepat

2. Berbicara
Mengungkapkan informasi secara lisan berbentuk paparan atau dialog
 العالم العربي ، أهمية اللغة العربية، اللغة العربية والمجتمع  
2.1 Menyampaikan gagasan atau pendapat secara lisan dengan lafal yang tepat
2.2 Melakukan dialog  sesuai konteks dengan tepat dan lancar

3. Membaca
Memahami wacana secara lisan dan tulis berbentuk paparan atau dialog
 العالم العربي ، أهمية اللغة العربية، اللغة العربية والمجتمع  
3.1 Melafalkan dan membaca nyaring kata, kalimat dan wacana tulis dengan benar
3.2 Mengidentifikasi bentuk dan tema wacana secara tepat
3.3 Menemukan makna dan gagasan atau ide wacana tulis secara tepat

4. Menulis
Mengungkapkan informasi secara tertulis berbentuk paparan atau dialog
 العالم العربي، أهمية اللغة العربية، اللغة العربية والمجتمع 
 
4.1 Menulis kata, frasa,dan kalimat  dengan huruf, ejaan dan tanda baca yang tepat
4.1 Mengungkapkan gagasan atau pendapat secara tertulis dalam kalimat dengan menggunakan kata, frasa, dan struktur yang benar

Keterangan
Tema-tema tersebut di atas menggunakan struktur kalimat
التشبيه، المجاز، الكناية، القصر


Selasa, 08 Mei 2012

HATI-HATI DENGAN MASJID


Akhi ...
Pada zaman sekarang banyak kita jumpai masjid dimana-mana, bahkan megah dan nyaman. Dan jarang masjid sering dijadikan tempat beristirahat saudara muslim kita ketika capek di sela-sela kerja. pada musim hujan kayak begini, sering kali kita jumpai banyak saudara kita yang dalam perjalanan berteduh di masjid. memang sih masjid merupakan fasilitas umum, bukan milik perorangan. 

Meski masjid itu merupakan fasilitas umum, namun ia merupakan rumah Allah (baituLlah). Allah menyebutkan dalam Al-Qur'an bahwa masjid-masjid itu merupakan kepunyaan-Nya sehingga tentunya Allah-lah yang akan menjaga, melindungi, dan menetapkan aturan siapa yang boleh masuk dan memakmurkan masjid dan siapa yang tidak. 

Ingat pada hari kelahiran Nabi Muhammad saw, Allah telah melindungi Masjidil haram dan Ka'bah dari niat raja Abraha yang hendak merusak dan merobohkan ka'bah. kalau kita lihat gambar-gambar pasca gempa dan banjir di Acer, betapa ia menelan dan merobohkan begitu banyak rumah, namun anehnya masjid-masjid di sana ternyata masih tetap berdiri kokoh sementara rumah dan gedung-gendung disekelilingnya telah rata dengan tanah. kiranya itulah salah satu bukti betapa Allah amat melindungi rumah-rumah-Nya. (bersambung )


Senin, 15 Agustus 2011

ILMU HADIS

Mushthalahul Hadits adalah : ilmu tentang dasar dan kaidah untuk mengetahui keadaan seorang perawi dan yang diriwayatkannya dari segi diterima dan ditolaknya.
Objeknya adalah sanad dan matan dari segi diterima dan ditolaknya.
Faidahnya membedakan antara hadits-hadits yang shahih dengan hadits-hadits yang sakit (cacat).
Al Hadits ialah Sesuatu yang disandarkan kepada Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam baik berupa perkataan atau perbuatan atau taqrir atau sifat
Al Khabar ialah Pengertiannya sama dengan Al Hadits, dengan demikian ia didefinisikan sama seperti al Hadits. ada juga yang berpendapat  
 Al Khabar sebagai berikut : Sesuatu yang disandarkan kepada Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam atau yang selainnya. Dengan demikian pengertiannya lebih umum dan luas.
Al Atsar, ialah Suatu yang disandarkan kepada sahabat dan tabi’in (generasi setelah sahabat). Terkadang Al Atsar dimaksudkan dengan sesuatu yang disandarkan kepada Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam (hadits) apabila dalam satu kalimat ia disertakan kata Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam seperti perkataan : Dan dalam Atsar dari Nabishallallahu ‘alaihi wa sallam (hadits Nabi).
Hadits Qudsi ialah: Hadits yang diriwayatkan Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam dari Rabbnya (Allah Subhaanahu wa Ta’ala). Hadits Qudsi dinamakan juga Hadits Rabbani dan Hadits Ilaahi. Kedudukan Hadits Qudsi diantara Al Qur’an dan Hadits Nabawi, tidaklah sama karena Al Qur’an disandarkan kepada Allah Ta’ala baik lafadz dan maknanya. Sedangkan Hadits Nabawi disandarkan kepada Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam baik lafadz dan ma’nanya dan Al Hadits Al Qudsi disandarkan kepada Allah Ta’ala secara ma’na tidak secara lafadznya dan karena itu tidak bernilai ibadah didalam membaca lafadznya dan tidak boleh dibaca didalam sholat, dan tidak dinukil secara mutawattir (keseluruhannya) sebagaimana penukilan Al Qur’an, akan tetapi sebagiannya ada yang shahih, dhaif, dan maudhu.
Sanad adalah : suatu jalan yang menyampaikan kepada matan atau suatu perantara yang menyampaikan kepada rawi Hadist.
Matan adalah : Suatu yang akan menyampaikan kepada sanad dari ucapan atau disebut juga redaksi hadist atau isi hadist
Al-Musnad : secara bahasa berarti yang disandarkan kepadanya. Sedangkan Al-Musnad menurut istilah ilmu hadits mempunyai beberapa arti :
  • Setiap buku yang berisi kumpulan riwayat setiap shahabat secara tersendiri.
  • Hadits yang sanadnya bersambung dari awal sampai akhir.
  • Yang dimaksud dengan Al-Musnad adalah sanad, maka dengan makna ini menjadi mashdar yang diawali dengan huruf mim (mashdar miimi).
Al-Musnid : orang yang meriwayatkan hadits dengan sanadnya, baik dia mempunyai pengetahuan terhadap hadits atau hanya sekedar meriwayatkan saja.
Al-Muhaddits adalah orang yang berkecimpung dengan ilmu hadits baik secara periwayatan maupun dirayah, menelaah berbagai riwayat serta keadaan para perawinya.
Al-Hafidh Menurut kebanyakan ahli hadits sepadan dengan Al-Muhaddits. Sedangkan pendapat yang lain mengatakan bahwa Al-Hafidh derajatnya lebih tinggi dari Al-Muhaddits karena yang dia ketahui pada setiap thabaqah (tingkatan/kedudukan) lebih banyak daripada yang tidak dia ketahui.
Al Hujjah : Orang yang hapal tiga ratus ribu hadist beserta sanadnya.
Al-Hakim menurut sebagian ulama adalah orang yang menguasai semua hadits kecuali sebagian kecil yang tidak dia ketahui.
Ashhab As-Sunan : Para ulama penyusun kitab-kitab “Sunan” yaitu: Abu Dawud, at-Tirmidzi, an-Nasa`i, dan Ibnu Majah.
dikutip dari ...http://lidwa.com/2011/definisi-ilmu-hadits/

Senin, 06 Juni 2011

Shahada



The words that are spoken when one becomes a Muslim, are few but so significant. With the utterance of these words, a person acknowledges Allah as the Creator and Sustainer of all, and the messengership of His Prophet (peace be upon him). With these words, which come from the heart, a person steps from disbelief and ignorance to knowledge, light and guidence. A person can only reach this state by the Mercy and Guidance of Allah the Almighty.

There is no god worthy of worship except Allah
and Muhammad (peace be upon him) is His Prophet
These are the words that a person says to enter the fold of Islam. The Shahadah, or declaration of faith, is a covenant that the person makes with Allah: that he/she will continue to obey Allah, and walk in the footsteps of our Holy Prophet (peace be upon him). It is the first step to complete obedience to the Lord of all.

From the time of making Shahadah, the person is treated and respected like a Muslim by all Muslims, even if he/she was previously an enemy of Islam. There are many examples of this in the history of the Prophet (peace be upon him).

The bond of faith is much stronger than the bond of blood. When a person becomes a Muslim they enter the community of Muslims, regardless of their race or background. A feeling of love and harmony abides between people who sincerely seek to practice Islam according to the Qu'ran and Sunnah. Such people are in a race to do good and be those with whom Allah is pleased.

The significance of the Shahadah is further highlighted, when we ponder on the fact that we repeat it every time we pray. How many of us, really think about it during prayer? It becomes a usual thing and maybe sometimes we say the words without contemplating their meaning.

When we say there is no god worthy of worship except Allah, it means that we disdain obedience and servitude to anyone or anything except Allah. It means that we fear no one and nothing except Allah: that our greatest feeling of love and gratitude are kept for Allah, because we know that He is the real Provider of all we have. It means that we do not seek the pleasure or acceptance of anyone or anything except Allah. This means that the Muslim becomes strong and independent. The ridicule, scorn, sneers and insults of people bear no importance. The Muslim remains calm and secure in times of panic because they know that there is no help except from Allah. In times of grief and distress, the Muslim remains steadfast and courageous, knowing that calamity can only occur with the permission of Allah and that He, in His Mercy has promised not to bear a sincere soul, with more than it can bear.

When we say that Muhammad is the Prophet of Allah, we acknowledge his right to be respected, obeyed and revered. We follow in his footsteps, knowing that he was the best of creation and hope to achieve Paradise and be close to him and the other prophets, Inshaa Allah.

Truly the Shahadah is not a empty phrase, it is not just a few words spoken but is coupled with sincerity of intention and determination to struggle, strive and sacrifice along the straight path.

{The Religion in the sight of Allah is Islam} (Qur'an 3:19) {If anyone desires a religion other than Islam (Submission to Allah), Never will it be accepted of him; and in the Hereafter he will be in the ranks of those who have lost (their selves in the hell fire)}(Qur'an 3:85)

Sumber:

Mengenai Saya

Foto Saya
The one who want to be better from day to day.

Total Tayangan Laman

Pengikut